0824. Mendo'a Perdana di Rumah Jama'ah Masjid Abrar Kalumbuak

Gelap malampun mulai menyelimuti hari, sebagaimana biasa holat isya berjama'ah... tertunaikan sudah... Dan kaki ini pun langkah demi langkah mendekati pintu keluar... tiba tiba disambut oleh salah seorang bapak bapak... seperti nya juga baru habis sholat... dan iapun menyambutku seraya memberi salam dan menjabat tangan... bermaksud mengundang jamuan untuk acara syukuran akan kelahiran cucu pertamanya.

Lantas karena aku juga jama'ah baru disini dan tidak begitu mengenali adat kebiasaan disini... akupun berusaha mengarahkan sang Bapak ke ketua pengurus mesjid, yang kebetulan tepat baru keluar dari mesjid. Namun harapanku agar bisa didampingi oleh beliau nampaknya pupus... karena beliau berhalangan hadir berrhubung bawaan pusing akibat vertigo beliau sering kambuh akhiir akhir ini... 

Sehingga berlalu sudah harapan itu.... dan akhirnya dengan kelapangan hati... Undangan itupun aku penuhi... karena aku dapati begitu besar harapan yang ia tumpangkan kepadaku... dan benar sahaja... saat diperjalanan bersama salah seorang keluarga yang mengantariku kerumah... mengabari bahwa ini adalah cucu pertama beliau.... Dan benar....aku menikmati rona suka dan riang bahagia dari mukanya saat mengabari dan mengundang kami tadi...

Setelah sampai dirumah dan memberi salam kepada tamu yang lebih awal datang dihalaman... kamipun duduk dan bercengkrama dengan pemuda dan orang tua yang ada disana... sembari menunggu tamu yang lain. 

Seketika aku mencoba mengenali situasi... dan bersiap diri sekiranya ada sesuatu yang akan terjadi dan diluar prediksii... lantas berbisik kepada tuan rumah... "Maaf sebelumnya Bapak.. apakah ustadz/ tuangku nya sudah dikabari ya Ustadz?.".. bisikku kepada tuan rumah. 

"Ada... sudah dikabari tadi". Mendengar itu seketika ada rasa aman dalam fikiran & perasaan ku. Setelah itu Hp ku pun berdering dan benar sahaja....Ayah menghubungi... dan akupun bertanya kabar Ayah dan Ibu dirumah dan bercerita panjang lebar... hingga selesai.

Bebera saat setelah percakapan dengan Ayah selesai... Tuan rumahpun menemuiku dan mengajak untuk masuk dan mengabari bahwa acara... akan dimulai... 

Akupun dipersilahkan duduk ditempat yang biasanya aku kenali sebagai posisi Tamu Jamuan... Dan benar sahaja... saat aku bertanya bermaksud memastikan kehadiran Ustadz nya... Tuan rumah pun memberi isyarat kepadaku agar aku sahaja yang membuka Acara... 

Allahuuu... bismillah dan salam pembuka kata pun aku mulai i... menanya kabar dan meminta hajat kepada Tuan rumah akan jamuan dan undangan yang disampaikan... Hingga do'a selamat tertunaikan dan salam penutup untuk kepulangan kami pun dijawab oleh Tuan rumah.

Seketika saat aku hendak pulang Tuan rumahpun menyelipkan sesuatu dari salam yang ia beri.... sontak akupun merasa tidak enak... berhubung aku hanya membantu mengisi ruang kosong dalam moment ini... agar tertunaikan jua do'a selamat ini... Hingga akupun teringat dengan pesan Ayah.


Dahulu... aku pernah bertanya kepada Ayah... Ayah mungkinkah aku menolak? 

> Seolah saat itu Ayah bilang... akan ilmu yang telah Allah ﷻ lebihkan dan titip amanahi pada diri... Maka terimalah itu... sebagai buah syukur dan penyejuk hati bagi yang memberi dan menerima manfaat ilmu itu dari mu atas redho-Nya... Seketika do'a inipun memenuhi sanubari ini...

اللَّهُمَّ أَغْنِنَا بِالْعِلْمِ وَزَيِّنَّا بِالْحِلْمِ وَأَكْرِمْنَا بِالتَّقْوٰى وَجَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ

Ya Allah ﷻ, kayakanlah diri kami dengan ilmu, Hiasilah kami dengan sifat lemah lembut (sifat santun), Muliakanlah kami dengan ketaqwaan, dan Indahkan (fisik/jasmani) kami dengan kesehatan

اللهم آمین

Dan untuk catatan dimalam ini... kayaknya mesti di muraja'ah kembali konsep do'a dan pembuka kata alua Minang bareng Ayah nih... 😃😅

Komentar