Sepulang dari bekerja... tiada tempat yang lebih dirindukan oleh para hamba-Nya, tu' sekadar rehat dari hiruk pikuk dunia... kecuali Masjid.
Dan sayup-sayup Adzanpun menggema dari seluruh penjuru... sehingga rasa gembira itupun memenuhi Qolbu... tu' hendak menyempurnakan shoum dikala itu... hingga mata ku pun teralih pada Aquarium Kaca yang berisi Jeruk Peras dikiri bahu jalan... lalu singgah sekadar membeli ta'jilan...
Kemudian belalu & ditemani indahnya suasana hati menikmati sayup sayup Adzan hingga sampai dirumah tu' sekadar menaruh tas dan sepeda... lalu lanjut melangkahkan kaki ke Masjid Abrar hendak menunaikan sholat Maghrib berjama'ah disana...
Usai dari sholat sebagaimana biasanya... Salam sapa berjabat tanganpun tertunaikan... hingga jabatan terakhir dengan Bapak Sutan Zainal (selaku ketua Masjid) itupun tak kunjung lepas hingga mambawaku ke lingkaran ini...
Akupun menyampari keramaian ya ada...
"Masyaallah... acara apa ini Ibu2? "😃
Rupanya ada agenda rutin buka puasa bersama disini.. disetiap Senin pertama awal bulannya.. tepatlah sudah istilah itu
"Langkah Suok", kato Urang-Urang Tuo Minangkabau dahulu (Lucky/ Fortune Way) 🤭😅.
Menikmati kehangatan ini... Tiba tiba nasehat lama dari Imam Syafi'i itupun hadir kembali dalam ingatanku....
Sebagamana juga pernah dikutip oleh alumnus Gontor Ahmad Fuadi dari novel monumentalnya, Negeri Lima Menara, Sya'ir Imam Syafi'i nan syarat akan makna itu berbunyi:
Merantaulah …
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah …
Kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa Jika didalam hutan
Masyaallah.... Sungguh begitu syarat akan makna (Dah, mau mengabari dan berbagi itu sahaja, Insyaallah kita lanjutkan di atas Sajadah berikutnya ya Sob... Wassalamu, Bersambung....:)
بارك الله فیک۔۔۔۔🐣🐥



Komentar
Posting Komentar