0124. Pria_Punya-SELERA

 Sayup sayup suara malampun mengisi ruang...cahaya lampu mulai menghiasi jalan... pembukuanpun telah usai... PC pun telah shot down... 


Namun dari pintu kelas tampak dua orang anak muda yang masih sahaja asik dengan pekerjaannya... Setelah kami cobba menghampiri... tampak keduanya sedang mengisi sebuah kertas karton dengan goresan pencil yang bertuliskan "Daftar Piket" diatas mejanya sembari saling koreksi dan bercengkrama...


Spontan sahaja kami bertanya... 

> Kenapa belum juga pulang?

Salah seorang menimpali 

> Ini Ustadz... kami diberi amanah membuat jadwal piket... Namun baru ini yang bisa kami kerjakan... Sedangkan udah deadline dari waktu yang sebelumnya telah diberi tenggat...

Setelah kami nikmati bahasa dan wujud rasa kebertanggung jawaban (responsibility) pada diri kedua nya...akan daya dan usaha yang telah diikhtiari... Kamipun mencoba sekadar menawari diri akan bantuan yang bisa diberi dan disikapi... menimbang sayup sayup adzan yang segera akan melepas mentari hari ini....

Lanjut di hari kedua, sebagaimana dihari sebelumnya, keduanya masih sahaja belum pulang walau gelam malam sudah menyelimuti. Dan suasana itupun dihangatkan lagi dengan kondisi hujan lebat sore ini, sehingga menghalangi mereka untuk bisa pulang dan tetap melanjutkan tugas kemaren.

Berhubung waktu makan malam sudah tiba, sembari menunggu hujan reda kamipun menawarkan untuk makan bersama, dan hunting keluar. Suddently, ada pesan masuk dari Faizah yang menanyai apakah yang masih disekolah, karena hendak menjemput Ponselnya yang ketinggalan di laci mejanya (tengok aja nama yang dikentuti sama Tikus Kantor di Daftar Piket diatas ;) iya... itu anaknya...

Akhirnya, kami memutuskan untuk membeli dan membungkus nasi Padang sahaja keluar lalu makan bareng di sekolah, sembari menunggu kedatangan Faizah yang hendak menjemput ponselnya yang ketinggalan di kelas. Hingga tawa-cengkrama pun tertunaikan sudah (bukan tugas piketnya tadi ya  :]

Bersambung...

#Pria_Punya-Selera

#Tuntas_Bertanggung_Jawab

Komentar