Minangkabau terkenal dengan petatah petitih dalam memaknai jalannya kehidupan.
Petatah petitih diatas menunjukkan keberagaman jenis manusia yang ada. Manusia diciptakan beragam dan semua tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kelebihan dan Kekurangan bukan dilihat dari status. Karena status manusia di adat Minangkabau dianggap sama. yang berbeda adalah fungsi manusia itu sebagai individu. Setiap kita tidak boleh memandang rendah orang lain dan setiap kita manusia tentu akan saling membutuhkan.
Pada redaksi "Kasadonyo Paguno" yang diimbuhkan pada manusia sebagai objeknya... Maka terkonfirmasi sudah "asas kebermanfaatan" menjadi tolak ukur value (nilai) yang ada pada insan (manusia) itu. Sebagaimana 14 abad silam sudah dipesankan oleh Rasulullah ﷺ beliau bersabda
خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ
> “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Ausath, juz VII, hal. 58, dari Jabir bin Abdullah r.a.. Dishahihkan Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitab: As-Silsilah Ash-Shahîhah)
Maka dalam kelebihan dan kekurang yang Allah ﷻ titipkan pada diri ini... Hendaklah setiap kita menyadari~menginsafi bahwa kebermafaatan lah yang akan menaikkan nilai kita sebagai insan. Terhadap kekurangan yang dititipi jangan sampai berkecil hati. Dan terhadap kelebihan yang diberi hendaklah disyukuri dengan cara menuai kebermanfaatan bagi diri & lingkungan sekitar.
Jadilah Mata Air... Yang Jernih... Yang Memberikan Kehidupan Kepada Sekitarmu
~Prof. B.J. Habibie
Salam bertumbuh....
بارك الله فیکم
@kilaumarjan1440


Komentar
Posting Komentar